gbMbfp1y6FKfI7-eQbCkhpZYLCE Kapan Rakyat Indonesia Bisa Makmur? ~ semoga manfaat

11.11.09

Berawal dari rasa heran, bertanya-tanya hingga akhirnya muncul judul posting ini. Sebuah tanda tanya dan saya pun bingung siapa yang wajib dan bisa menjawab pertanyaan itu. Ya...kemakmuran, kesetaraan taraf hidup sebuah fenomena yang sangat mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tiap sudut kawasan tentunya sering mata kita melihat anak-anak bahkan orang tua yang menunjukkan jati diri mereka dengan meminta-minta. Terlepas itu profesi mereka ataupun kepura-puraan namun sepertinya kontrast dengan mereka yang berstatus koruptor. Wuiih..kata-kata korupsi ini memang membikin kita geram, tentunya kepada pelakunya. Korupsi sebuah fenomena di negara berkembang dan bahkan sudah menjadi budaya, tradisi nenek moyang. Kembali ke topik semula, lantas bagaimana dengan nasib sekian juta orang yang masih saja berkutat dengan kekurangan dan serba kesederhanaan? Ternyata negara kita ini terasa memang sangat timpang, saudara. Butuh berapa lama sih biar bisa jadi negara maju? Kalo sekedar membayangkan saja memang sangat mudah dan sederhana, bila kelamaan kita akan menjadi pemimpi. Negara lain saja tidak perlu waktu relatif lama untuk membangun suatu bangsa negara yang besar. Namun kenapa kita masih belum sempurna? Perlu proses itu tentu, perlu pengorbanan itu pasti, perlu waktu itu memang benar lantas akankah suatu saat anak cucu kita mendapatkan warisan yang tidak selayaknya? Wah bener-bener trenyuh melihat fenomena dan fakta yang berkembang beberapa waktu terakhir ini. Apalagi melihat perseteruan KPK vs POLRI, dan bahkan presiden pun cuma bisa melihat tanpa bisa berbuat lebih jauh. Mengapa sebuah institusi seperti KPK yang layak diacungi aplaus dalam kinerjanya kok malah diogrok-ogrok. Saya ingin membayangkan, bagaimana andakata semua pimpinan di lembaga pemerintah kita mempunyai sampingan korupsi. Wah tentu mewah hidupnya, nggak pakai korupsi saja beberapa dari mereka bisa dikatakan berlebihan dan high class. Kecemburuan sosial, jelas. Fenomena kecemburuan ini memang sudah barang yang umum di negeri ini. Apalagi dalam konteksi kehidupan sosial yang notabene uang atau kesejahteraan menjadi tolok ukur kecemburuan tersebut. Tentunya semua orang pasti mengharapkan mencapai kemakmuran, semua tercukupi. Akan tetapi apakah ini hanya sebuah wacana dalam pikiran saja? Lantar bagaimana upaya dan tindaklanjutnya? Pertanyaan ini apa layak juga bila disodorkan pada mereka yang hidupnya dibawah kekurangan.      


Categories:

1 komentar:

  1. Hanya orang yang mampu bersyukur yang akan hidup tenang (kaya) & terhindar dr korupsi

    BalasHapus

Terima kasih anda telah sudi berkomentar dengan lugas...

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!