gbMbfp1y6FKfI7-eQbCkhpZYLCE semoga manfaat: Waspadalah
Tampilkan postingan dengan label Waspadalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Waspadalah. Tampilkan semua postingan

13.3.14

musim hujan belum berakhir dan bumi ini terasa sejuk dan dingin. banyak orang tidak menghendaki turunnya hujan namun tak sedikit pula yang mengharapkan turunnya anugerah ini. kenapa harus permasalahkan dengan hujan? tengok saja petani misalnya tentu akan sangat berharga turunnya hujan bagi tanaman mereka. akan sangat miris bagi penjual es yang mengharapkan dinginnya hujan tidak menyurutkan niat pembeli menikmati es. 
tapi itu hanya sebagian kecil penyesalan dibalik anugerah yang mustinya kita syukuri dengan turunnya hujan. manusia tidak mampu membuat hujan yang segar dan sejuk sementara Tuhan memberi ini gratis. kenapa harus kita sikapi dengan kedewasaan yang sempit. toh semua dinamika kehidupan dan alam tentu ada hikmah dan pesan dibaliknya. akan berharga pula bila kita memanfaatkan karunia hujan ini dengan sikap kedewasaan, tentu dengan obyektif dan logis.

6.3.14

manusia selalu diberikan kelebihan dan kekurangan, hal ini lumrah dan umumnya kita selalu menganggap kekurangan sebagai kendala. tak terkecuali sya sendiri, disaat diberikan kelebihan akan sangat menghanyutkan. dikala berhadapan dengan kekurangan maka keluhan yang selalu muncul baik dalam tindakan maupun ucapan. sebenarnya sederhana saja, syukur adalah solusi dari semua ini. sejauh ini berat dan tidak mudah untuk mensyukuri semua yang kita miliki baik kelebihan maupun kekurangan. idealnya hal ini balance dalam tiap kesempatan dan perilaku.

21.1.14

Selamat Datang awal tahun dan bulan pertama ....
tak terhitung sudah berapa lama absen dari dunia maya ini, semua sudah berubah jadi lebih asyik. Peradaban makin canggih bahkan membuat saya makin ketinggalan. Say hello untuk mr google yang lama kutinggalkan. Ketemu kembali dengan hasrat tulis menulis...

5.4.10

Akhir-akhir ini sepertinya wawasan dan pemahaman kita makin ramai saja dengan kabar-kabar yang menggelitik telinga publik. Saya pribadi sebenarnya juga bukan pemerhati kabar ataupun isu yang seringkali muncul di publik, akan tetapi sepertinya sangat menyita perhatian kala banyak fenomena menarik muncul. Satu dari sekian yang menarik adalah seorang pegawai negeri yang mempunyai isi rekening dengan jumlahnya yang miliaran. Sungguh luar biasa manusiawinya...Kenapa saya ungkap seperti itu? Karena rekening dengan jumlah rupiah yang fantastis sejatinya menunjukkan nilai esensi manusiawi dengan kodrat sifatnya yang super serakah dan ini yang menarik perhatian. Ini satu fenomena wajar karena siapa sih yang tidak menginginkan uang banyak. Lantas...bagaimana seorang pegawai biasa namun memiliki uang luar biasa? Apalagi ini notabene adalah orang yang berkecimpung dengan pajak...apa kata BuNia ?
Seringkali kita melihat pariwara di televisi tentang himbauan agar kita senantiasa mentaati pajak tentunya dengan ending jargon APA KATA DUNIA. Saya lantas heran apa kata dunia bila mengetahui bahwa seorang dari institusi yang menghimbau jargon itu ternyata malah tak bijak menyikapi tanggungjawabnya. Ini yang akhirnya muncul jadi bombastis namun riil adanya karena dukungan data dan fakta yang nilainya luar biasa. Orang jadi merasa seperti antipati untuk bayar pajak, gaji besar ternyata kok masih korupsi. Pemikiran ini secara pribadi juga menghinggapi benak saya, sebetulnya siapa yang harus bijak. Semoga postingan pendek ini bisa mewakili rasa bijak yang mulai menyimpang dari konteksnya. Saya yakin anda semua lebih mahir dalam menyikapi hal ini dibanding saya pribadi.


Sumber : hati dan pikiran

31.3.10

Tulisan judul ini sepertinya menunjukkan keterkaitan yang aneh dan belum pernah saya buat. Bila melihat temanya tentunya mengandung topik yang kurang relevan dan membingungkan. Namun intinya saya berusaha menggali ide dan mencari titik relevansi atapun benang merah antara broken link dan broken heart. Ya..dua istilah yang menunjukkan indikasi terputusnya satu keterkaitan atau munculnya bad connection dari suatu rangkaian yang menghubungkan dua karakter atau lebih. Itulah definisi yang bisa saya ungkapkan dan meski terkesan sederhana saya yakin teman-teman pasti memiliki definisi yang lebih akurat. Membingungkan bukan? Agar tidak tambah pusing, saya akan ungkap dengan singkat dan sederhana ada apa diantara keduanya.
Broken link tentu sudah jelas mengacu pada sesuatu yang berhubungan dengan dunia maya, dimana merupakan satu tautan berupa link teks ataupun picture dan nantinya akan membawa ke tampilan halaman lain saat klik mouse menghampiri. Dan istilah broken muncul sebagai akibat dari missing connection dari tautan yang dituju, hal ini tentu memperparah kondisi bilamana yang bersangkutan seorang internet marketer atau profesional yang mendulang keuntungan dari dunia internet. Tentunya akan merugikan bila link yang semestinya bisa menghubungkan dengan page lain namun menjadi unsearchable.

Sementara broken heart bisa dipicu dari terputusnya suatu keterkaitan yang melibatkan hati dan perasaan diantara dua atau lebih obyek individu. Saya yakin anda semua pasti memiliki pemahaman lebih detail tentang broken heart. Nah disini letak persamaannya bahwa kedua jenis broken ini memang mengindikasikan misconnect atau bad connection dari beberapa obyek yang terlibat namun perbedaannya bila broken link dapat dengan instant dan mudah dilakukan perbaikan. Lantas broken heart bisa memakan waktu yang relatif lama saat dilakukan reparasi, namanya juga hati yang patah bisa butuh waktu untuk sembuh. Tetapi juga tidak menutup kemungkinan broken heart bisa relatif lebih cepat recovery-nya tergantung dari si pelakunya. CUkup jelas saya pikir relevansi antara broken link dan broken heart karena memang tidak terdapat keterkaitan sama sekali diantara keduanya. Sederhana saja, bila anda mengalami broken link yang cukup parah bisa saja memicu adanya broken heart. Untuk broken link anda dapat memeriksanya melalui fitur ini silakan ditindaklanjuti.  

Narasumber : dari hati dan pikiran

11.11.09

Berawal dari rasa heran, bertanya-tanya hingga akhirnya muncul judul posting ini. Sebuah tanda tanya dan saya pun bingung siapa yang wajib dan bisa menjawab pertanyaan itu. Ya...kemakmuran, kesetaraan taraf hidup sebuah fenomena yang sangat mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tiap sudut kawasan tentunya sering mata kita melihat anak-anak bahkan orang tua yang menunjukkan jati diri mereka dengan meminta-minta. Terlepas itu profesi mereka ataupun kepura-puraan namun sepertinya kontrast dengan mereka yang berstatus koruptor. Wuiih..kata-kata korupsi ini memang membikin kita geram, tentunya kepada pelakunya. Korupsi sebuah fenomena di negara berkembang dan bahkan sudah menjadi budaya, tradisi nenek moyang. Kembali ke topik semula, lantas bagaimana dengan nasib sekian juta orang yang masih saja berkutat dengan kekurangan dan serba kesederhanaan? Ternyata negara kita ini terasa memang sangat timpang, saudara. Butuh berapa lama sih biar bisa jadi negara maju? Kalo sekedar membayangkan saja memang sangat mudah dan sederhana, bila kelamaan kita akan menjadi pemimpi. Negara lain saja tidak perlu waktu relatif lama untuk membangun suatu bangsa negara yang besar. Namun kenapa kita masih belum sempurna? Perlu proses itu tentu, perlu pengorbanan itu pasti, perlu waktu itu memang benar lantas akankah suatu saat anak cucu kita mendapatkan warisan yang tidak selayaknya? Wah bener-bener trenyuh melihat fenomena dan fakta yang berkembang beberapa waktu terakhir ini. Apalagi melihat perseteruan KPK vs POLRI, dan bahkan presiden pun cuma bisa melihat tanpa bisa berbuat lebih jauh. Mengapa sebuah institusi seperti KPK yang layak diacungi aplaus dalam kinerjanya kok malah diogrok-ogrok. Saya ingin membayangkan, bagaimana andakata semua pimpinan di lembaga pemerintah kita mempunyai sampingan korupsi. Wah tentu mewah hidupnya, nggak pakai korupsi saja beberapa dari mereka bisa dikatakan berlebihan dan high class. Kecemburuan sosial, jelas. Fenomena kecemburuan ini memang sudah barang yang umum di negeri ini. Apalagi dalam konteksi kehidupan sosial yang notabene uang atau kesejahteraan menjadi tolok ukur kecemburuan tersebut. Tentunya semua orang pasti mengharapkan mencapai kemakmuran, semua tercukupi. Akan tetapi apakah ini hanya sebuah wacana dalam pikiran saja? Lantar bagaimana upaya dan tindaklanjutnya? Pertanyaan ini apa layak juga bila disodorkan pada mereka yang hidupnya dibawah kekurangan.      


20.10.09

Peringatan "Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi dan Gangguan Kehamilan dan Janin" di setiap bungkus rokok rupanya belum cukup mewakili penyakit-penyakit yang mengancam para perokok.
Penelitian terakhir oleh United State Surgeon General, Amerika Serikat, menunjukkan ada 10 tipe kanker yang disebabkan oleh rokok. Mereka juga menemukan bahwa pria perokok akan meninggal 13,2 tahun lebih muda dibandingkan yang bukan perokok. Sedangkan wanita perokok meninggal 14,5 tahun lebih muda.

Berikut ini daftar penyakit yang mengancam para perokok :

* Otak: rokok menjadi penyebab utama stroke.
* Mata: perokok berisiko tiga kali lebih tinggi menderita katarak yang menyebabkan kebutaan.
* Mulut, tenggorokan, pita suara, dan esofagus: mengakibatkan kanker mulut, tenggorokan, pita suara, dan esofagus. Juga penyakit gusi, pilek, dan kerongkongan kering.
* Gigi: perokok berisiko 10 kali lebih tinggi menderita periodontitis (gusi terbakar yang mengarah ke infeksi) yang akan merusak jaringan halus dan tulang.
* Paru-paru: wanita perokok 13 kali lebih besar kemungkinan terkena kanker paru-paru, sedangkan pria 23 kali lebih besar. Akibat lainnya yaitu pneumonia, bronkitis, asma, batuk kronis, dan bengek.
* Jantung: gagal jantung, serangan jantung, hipertensi, stroke.
* Perut: kanker perut dan kanker lambung.
* Ginjal: kanker ginjal.
* Pankreas: kanker pankreas fatal.
* Kantung kemih: kanker kantung kemih.
* Leher rahim: kanker leher rahim.
* Kehamilan: kemandulan, bayi lahir prematur, bobot kurang, gangguan pernapasan.
* Tulang: tulang rapuh.
* Darah: leukemia atau kanker darah.

Bagaimana, anda masih ingin terus merokok?

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!