gbMbfp1y6FKfI7-eQbCkhpZYLCE semoga manfaat: Karir dan Kesuksesan
Tampilkan postingan dengan label Karir dan Kesuksesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir dan Kesuksesan. Tampilkan semua postingan

20.3.14

banyak referensi dan masukan yang menjelaskan tentang karakteristik sukses dan gagal. deskripsi ini berlaku dalam semua aspek kehidupan, apapun profesi anda, apapun yang anda lakukan akan berkaitan erat dengan sukses dan gagal. ketika mengalami sukses ataupun gagal ada beberapa karakter yang bisa mencerminkan indikasi ke arah tersebut. 
apapun itu sepertinya anda cukup melihat picture berikut dan tentukan sendiri anda termasuk kategori yang mana.

18.3.14

bila mendengar dan memperhatikan istilah kreatif tentunya tidak akan bisa dilepaskan dari yang namanya otak. barangkali otak ini memberikan kontribusi paling besar karena ide dan gagasan selalu datang dari otak yang brilian. seiring perkembangan peradaban sekarang ini inovasi dan kreasi terus saja maju dengan pesat. 

semakin banyak orang kreatif dengan ide dan gagasan yang cemerlang. dan terbukti sikap dan perilaku kreatif ini memberikan dampak dan pengaruh yang positif dalam kehidupan. ada banyak wujud kreatif ini dalam bentuk karya seni, ciptaan teknologi baru atau bahkan dalam wujud temuan yang belum pernah ada sebelumnya. semakin hari kita dituntut untuk menghadapi hidup yang makin praktis dan efektif. artinya peradaban manusia makin berkembang dan penuh hasil kreasi yang mengagumkan dan tentunya banyak memberikan kemudahan dalam dinamika kehidupan. dalam masa mendatang pola pikir kreatif ini penting untuk menjaga kelangsungan hidup manusia karena peradaban biasanya akan tergantung bagaimana kita bisa mengelola inovasi dan kreasi yang kreatif dan terus mengalami perubahan yang lebih baik. bagaimana pendapat anda?

17.3.14

bukan hal yang mengherankan bahwa uang adalah salah satu kebutuhan primer yang banyak dibutuhkan semua orang. dengan alat tukar ini kita bisa melakukan segalanya. bila menilik dalam dunia karir tentu akan sangat dekat dengan perihal jabatan. 
karena uang akan mengikuti flow jabatan yang kita emban dan menjadi tanggungjawab kita. namun satu hal yang banyak dipertanyakan benarkah jabatan dan uang bisa memberikan kebahagiaan mutlak? apa cita-cita anda sekian waktu ke depan? atau ingin menjadi presiden? hak anda untuk menjawabnya karena anda berhak untuk menjadi seorang yang sukses. ada tiga hal yang menurut saya menjadi renungan karena bisa mempengaruhi kebahagiaan dalam hidup. sekali lagi 3 hal ini menurut pendapat saya yakni pertama kekuasaan atau jabatan sebagai wujud motivasi anda dari sisi ego, kedua uang atau materi sebagai wujud motivasi anda karena sifat materialistis dan ketiga kasih sayang atau cinta sebagai wujud motivasi anda untuk berhubungan secara manusiawi.Tiga aspek ini akan sangat menentukan dalam kebahagiaan anda dan kembali lagi dari perspektif masing-masing dalam menyikapi apa deskripsi dari bahagia itu sendiri. bagaimana dengan anda?

16.3.14

untuk kesekian kali saya berusaha untuk mendapatkan karir dan usaha yang lebih baik. kenapa saya katakan demikian? karena ada nilai yang saya ingin perbaiki dan saya kejar agar lebih baik dari saat sebelumnya. tentu saya berusaha memaksimalkan semua peluang dan kesempatan yang ada bahkan potensi dan kemampuan saya guna merealisasikan angan tersebut. tak lepas dari ini semua adalah karena tuntutan di masa depan untuk hidup lebih baik dan tanggungjawab yang lebih luas. 
dalam setiap action yang kita lakukan tentu memerlukan fokus dan curahan potensi yang disertai dengan permohonan pada Yang Kuasa agar berhasil. saya istilahkan disini adalah duit sebagai akronim dari doa, usaha, ikhtiar dan thawakal. tentu empat point ini akan saling terkait ketika kita melakukan suatu pekerjaan apapun dan mencapai target tertentu. apakah ada sudah melakukan hal ini? saya harapkan sama dengan saya pribadi untuk selalu mengedepankan usaha dan tidak sama sekali mengeluh dengan keadaan. Memang sulit menyikapi hal ini dengan kedewasaan namun secara keseluruhan akan sangat tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. terserah anda karena point ini anda sendiri yang mengusahakan dan Tuhan yang bakal memutuskan hasilnya.

13.3.14

musim hujan belum berakhir dan bumi ini terasa sejuk dan dingin. banyak orang tidak menghendaki turunnya hujan namun tak sedikit pula yang mengharapkan turunnya anugerah ini. kenapa harus permasalahkan dengan hujan? tengok saja petani misalnya tentu akan sangat berharga turunnya hujan bagi tanaman mereka. akan sangat miris bagi penjual es yang mengharapkan dinginnya hujan tidak menyurutkan niat pembeli menikmati es. 
tapi itu hanya sebagian kecil penyesalan dibalik anugerah yang mustinya kita syukuri dengan turunnya hujan. manusia tidak mampu membuat hujan yang segar dan sejuk sementara Tuhan memberi ini gratis. kenapa harus kita sikapi dengan kedewasaan yang sempit. toh semua dinamika kehidupan dan alam tentu ada hikmah dan pesan dibaliknya. akan berharga pula bila kita memanfaatkan karunia hujan ini dengan sikap kedewasaan, tentu dengan obyektif dan logis.
setiap hari kita menghadapi dinamika dengan berbagai kesulitan dan kemudahan. namun ada satu hal yang kita miliki dan dari sisi naluriah selalu mengikuti apapun peranan kita. ya rasa takut atau bahkan kekhawatiran akan sesuatu yang tidak kita harapkan. typikal ini hampir mirip dengan keraguan dan atau ketakutan lainnya. lebih daripada itu tiap manusia dikaruniai peluang dan kemampuan untuk mengatasi keraguan dan ketakutan tersebut. 
dan ini adalah manusiwi karena tiap diri kita memiliki insting untuk bertahan dari kendala apapun. ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu kita agar terlepas dari rasa takut dan kekhawatiran ini. tentu yang berkaitan dengan obsesi kita agar sukses dalam perkembangan karir dan pengembangan diri. seperti apa tipsnya, berikut penjelasannya 

11.3.14

have a nice day for busy day...akan sangat menyenangkan saat berhasil menyelesaikan tugas dan kewajiban pekerjaan dengan lancar tanpa kendala. itu layak disematkan kala seharian penuh bergelut dengan keringat dingin mengucur sementara dilain sisi dituntut musti finish on time. 
tanpa lelah mengerjakan kewajiban kantor dengan target yang harus selesai saat itu juga. menyenangkan bila sudah kelar dan memenuhi standart dan target team. its so worked...
banyak tantangan dan kendala dalam pekerjaan dan rutinitas, itu adalah hal biasa yang musti dihadapi dengan hati dan pikiran yang sehat. Ya problema dan hambatan akan memberikan kita makin dewasa dalam berpikir dan bertindak. 
Tentunya siapapun anda dan apapun profesi anda pasti berhadapan dengan masalah dan memerlukan solusi pemecahan masalah. Menapaki hari Selasa ini mari hadapi segala sesuatu dengan kedewasaan, pintar dalam menentukan langkah dan cekatan mengambil keputusan. 
 Ya hari Senin sudah berlalu dan biasanya bagi kalangan pekerja selalu muncul paradigma i hate monday. Saya sendiri pun heran apa maksud dan definisi jargon itu. bagi saya tidak ada bedanya hari senin dengan hari yang lain. Ya kalau saat jadi pelajar dulu hari senin selalu identik dengan aktivitas upacara bendera.

29.4.10


Manusiawi sepertinya bila saya menulis judul posting tersebut diatas. Manusia memiliki banyak karakter dan sifat yang variatif dan rasa malas adalah salah satunya. Saya tertarik untuk menulis ide ini sebagai aktualisasi bahwa kita dalam menjalani hidup musti punyai visi dan misi. Apalagi dalam dunia karir dan pekerjaan tentunya hal ini sangat mutlak diperlukan untuk kesinambungan ke depannya. Fakta yang seringkali kita hadapi bahwa perasaan malas intinya memberikan implikasi yang negatif terhadap kelangsungan visi tentunya dalam apapun aktivitas kita. Sudah barang tentu saya berpendapat bahwa rasa malas ini hanya bisa dimutasikan dalam posisi dan waktu yang tepat, dalam artian semestinya kita bisa mengatur dan memposisikan kapan saat untuk malas dan terpenting lagi meminimalkan dorongan itu. Banyak hal yang bisa kita gali dan diungkap untuk menyikapi rasa malas ini. Dan motivasi diri sendiri adalah bahan bakar paling mujarab untuk memicunya menjadi energi yang efektif. Bagaimana langkah mujarab itu dan dibawah ini saya coba ungkap sedikit ulasannya.
Percayalah bahwa tiap diri mempunyai kemampuan dan karakter besar yang tentunya bisa membunuh rasa malas yang tak berguna. Ini bisa kita maksimalkan untuk lebih mengembangkan diri dan karakter yang bermanfaat untuk menunjang visi kita ke depan. Tetapkan program motivasi pribadi sebagai support yang akan menyulut semangat anda untuk selalu terus memiliki goal, keingingan dan haus akan kemenangan baru dan terus berkelanjutan. Berikut langkah penting yang bisa anda aplikasikan untuk mendapatkan motivasi diri anda dan tentunya membunuh rasa malas yang tak berguna :

1. Fokuskan pikiran anda (be focus)
Anda harus menetapkan tujuan spesifik untuk diri Anda sendiri dengan kerangka waktu untuk mencapainya. Tujuan umum tidak akan efektif. Miliki kekuatan, buatlah tujuan yang menarik menjamin Anda akan tetap semangat dan antusiasme Anda.


2. Buat list atau catat tujuan anda
Tulis tujuan Anda ke dalam langkah-langkah yang konkrit yang dapat diperiksa sewaktu-waktu dan menandainya saat Anda sudah mencapainya, Anda akan tetap berkomitmen dan fokus. Jangan memulai tujuan selanjutnya jika tujuan sebelumnya belum terpenuhi. BIla perlu buat spread sheet yang menandai setiap pencapaian tujuan Anda dan bawalah kemanapun Anda pergi. Anda bisa mengunggahnya ke smart phone dan saat senggang, sempatkan untuk memeriksanya.


3. Kembangkan keingingan terbesar anda untuk mencapai tujuan
Pelihara keinginan Anda demi mencapai tujuan dan dengan mengidentifikasi semua keuntungan dan kerugian yang akan Anda lalui. Buat daftar spesifik tentang manfaat yang ada. Jangan takut untuk mengungkapkan keinginan ‘tergila’ sekalipun.


4. Konsisten
Hal yang wajar jika terkadang semangat Anda menurun. When your mood is low, lihat kembali daftar yang memuat tujuan Anda dan bayangkan kebaikan yang bisa Anda dapatkan baik untuk Anda maupun untuk anggota tim Anda serta perusahaan. Sesungguhnya Anda tidak hanya membantu Anda, tetapi juga orang disekitar Anda.


5. Bulatkan tekad bahwa anda pasti bisa menghadapi segala rintangan
Sekali Anda bertahan kuat untuk keinginan Anda dan juga manfaatnya, Anda akan melihat segala hambatan itu bukanlah apa-apa yang harus ditakutkan dan bisa segera Anda singkirkan. Jangan biarkan apa pun menghalangi jalan Anda!


Referensi : jobsdb.com

26.4.10

Alhamdulillah masih diberikan waktu dan kesempatan untuk berusaha posting lagi. Sebenarnya blog saya ini masih jauh dari kategori sempurna seperti punya rekan-rekan lain. Bisa anda lihat rank alexa blog ini juga masih belum berada di papan atas klasemen alexa. Namun posting ini bukan mengulas tentang hal tersebut, kebetulan sudah jadwalnya posting dan tentunya berusaha menggali ide baru. Berhubung ide baru belum juga muncul akhirnya tulisan baru pun muncul membahas tentang karir pribadi dan untuk kesekian kalinya resign pindah kerja. Inilah awal kisah menjadi seorang tax accounting dan bagaimana cerita selanjnutnya? Cek langsung ke TKP..


Menjadi karyawan sukses sepertinya memang sulit, perlu waktu dan konsistensi untuk terus melanjutkan upaya meningkatkan kualitas diri agar lebih baik. Hingga pada akhirnya saya temukan peluang menjadi seorang staff tax di satu perusahaan rokok di Malang. Ini hal baru bagi saya dan disisi lain adalah peluang untuk terus memperkaya diri dengan pemahaman dan pengalaman. Mengingat tidak ada istilah karyawan sukses dan sepertinya statement itu mutlak adanya. Posting kali ini memang sangat pendek dan saya pikir tidak berarti sama sekali bagi rekan-rekan pembaca. Namun inti dari ulasan ini adalah upaya untuk terus meningkatkan kualitas dan potensi adalah penting terutama untuk kelangsungan karir dan tentunya visi misi ke depan kita.

11.3.10

Kita sepakat dan sepaham bahwa hari kerja bagi sebagian besar kalangan pekerja adalah antara senin sampai dengan jumat atau mungkin sabtu. Dan perbedaan yang muncul relatif pada jumlah hari kerjanya saja sehingga ada sebagian yang memakai sistem 5 atau 6 hari kerja. Dalam posting kali ini saya hanya ingin sedikit relax dan mengulas materi ringan mengenai karakteristik hari-hari saat kita bekerja di kantor atau dimanapun profesi kita. Terlepas dari benar atau tidaknya bahasan ini kebetulan sekali saya peroleh ketika saya sempatkan jalan-jalan mendalami materi tentang dunia pekerjaan tentunya. Dan selanjutnya saya pikir ini hanya suatu wacana dan review ringan saja buat kita karena saya yakin anda semua memiliki pengalaman tersendiri saat melalui hari-hari kerja yang penuh dengan kesibukan dan berikut liputannya...

Dalam sebuah study yang dilakukan oleh Debbie Moskowitz dari McGill University di Montreal, Kanada, ditemukan bahwa "Semua orang berapi-api di awal minggu, tetapi semakin mendekat hari ke hari Jumat, semua semakin menyadari, bahwa semua orang harus belajar untuk berkompromi"


Senin
Hari ini adalah hari yang tepat untuk semua pekerja menjadi lebih menuntut dan agresif, menentukan jadwal dan tujuan kerja, mengikuti perintah boss dan menghindari konflik


Selasa
Adalah hari yang baik dan pada umumnya adalah hari puncak untuk hasil dan efektifitas, walaupun sebuah studi yang dilakukan oleh fish4jobs, menunjukkan bahwa Selasa siang adalah waktu yang paling pas untuk mencari kerja secara online. "Kami melihat ada tanjakan traffic persis setelah jam 3 siang" kata Joe Slavin, salah seorang chief executive.


Rabu
Para pekerja sudah mulai merasa rileks karena mendekati weekend tapi masih belum kecapaian. Menurut pelatih bisnis Gladeana McMahon, hari ini adalah hari terbaik untuk berpikir secara kreatif "Hari yang tepat untuk mengadakan brainstorming dan berpikir untuk masa depan"


Kamis
Prof. Moskowitz berkpikir bahwa kamis adalah hari yang terbaik untuk "Minta orang melakukan sesuatu", karena para pekerja cenderung lebih menurut dan terbuka untuk negosiasi. Maka, hari ini juga hari yang terbaik untuk meminta kenaikan gaji


Jumat
Hati-hati, hari ini adalah hari dimana para pekerja lebih berani mengambil resiko dan lebih sering tertimpa kecelakaan. Hari ini adalah hari baik untuk berkonfrontasi dengan kolega yang sedang tertimpa masalah, demikan saran Alastair Hamill, seorang psikolog: "Mereka dapat memikirkan apa yang anda pikirkan selama weekend sebelum bertemu kembali dengan ada pada hari Senin"


Narasumber: Reader's Digest, November 2007

20.2.10

Kita sudah sering mendengar keluhan bahwa semakin hari pekerjaan kita menjadi semakin banyak saja. Padahal, pilihan hidup kita untuk menjadi pekerja mestinya diikuti oleh kesadaran bahwa tidak ada satupun perusahaan dimuka bumi ini yang mencanangkan pertumbuhan negatif dari setiap portofolionya. Dan itu selalu berarti tantangan tiap waktu akan terus meningkat dibanding sebelumnya. Selain itu, kita sendiripun selalu menuntut lebih banyak kepada perusahaan. Buktinya, setiap tahun kita menghendaki kenaikan gaji. Jadi, wajar jika kita melakukan lebih banyak pekerjaan untuk perusahaan, dan perusahaan memberi kita lebih banyak kesejahteraan. Tetapi, apakah kita memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menyesuaikan diri dengan bertambahnya tuntutan perusahaan? Ada keterkaitan dan makna mendalam antara karir dengan sebuah karet gelang dan berikut adalah filosofisnya.
Anda tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus, biasanya bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Saat masa kecil saya dulu; karet gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu, melainkan alat permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa digunakan untuk permainan apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-gitaran, pistol-pistolan, ketapel, dan adu tiup serta permainan lain yang jenisnya begitu banyak. Saya tidak menemukan bahan lain yang bisa digunakan untuk beragam permainan seperti karet gelang. Namun, dari sekian banyak kegunaan karet gelang, ada satu karakter menarik yang dimilikinya. Yaitu kemampuannya untuk memanjang mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi kita. Yaitu, tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet gelang terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia
menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka dia mengerahkan 'potensi simpanannya' untuk mengimbangi besarnya tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan yang terlihat dari luar.


Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah keadaan yang saya sebut sebagai 'satisfaction circle'. Tantangan yang besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan
semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi karyawan dan perusahaan.
Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai 'mentok'. Para praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang yang 'sudah mentok' tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat mengikuti perkembangan perusahaan.
Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan.
Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu. Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua karyawannya.
Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang. Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi. Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.
Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur. Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.
Dan, seperti karet gelang kita jadi mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.
Sumber : seorang yang mengaku bijaksana..di suatu tempat.

10.2.10

Bagi anda yang baru saja menapaki dunia kerja dan kapasitas sebagai karyawan baru tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri saat anda diterima bekerja entah di perusahaan besar ataupun instansi pemerintah atau mungkin perusahaan lain. Sudah barang tentu dan dipastikan anda begitu menikmati saat-saat permulaan karir anda ini dengan semangat dan energi yang masih fresh. Saya sendiri pun mengalami hal seperti ini beberapa tahun yang lalu dan saya pikir hal ini adalah logis bahwa bekerja dan menjadi karyawan di suatu instansi atau perusahaan merupakan satu obsesi dan titik pencapaian dari serangkaian obyektivitas yang telah kita susun. Namun dalam kondisi yang lain dunia kerja dan karir penuh dengan beberapa alur dan tahapan yang nantinya pasti kita akan lalui. Dan ini sudah menjadi etika dan estetika....(maaf bila salah dalam pemakaian kata) dalam artian suka tidak suka, mau tidak mau, semua yang namanya karyawan dan pekerja akan menemukan dan dihadapkan pada beberapa kondisi berikut ini. Dan bagi anda yang berstatus newcomer dalam dunia kerja saya pikir perlu anda cermati dan diperhatikan beberapa fenomena berikut agar ke depan anda bisa menyiasatinya dengan obyektif dan cakap, simak liputannya.
1. Anda pasti dibayar seminim mungkn
Dalam hal ini perlu trik nego gaji yang mantap dan meyakinkan tentu melalui proses tawar menawar yang terjadi agar mendapatkan gaji yang sesuai. Sepengetahuan saya terdapat fakta bahwa dalam posisi yang sama dan sejenis bisa saja muncul perbedaan gaji yang cukup jauh. Nah bagi yang sudah bekerja tentunya bukan hal baru fakta seperti ini namun bagi anda yang masih baru dan belum pernah bekerja tentu akan bertanya realita ini. Pertama, perusahaan memiliki pertimbangan bahwa masih ada banyak kandidat lain bersedia menggantikan posisi Anda jika memang Anda keberatan dengan penawaran gaji. Yang jelas secara mendasar biaya karyawan, masuk di prosentase terbesar dari total biaya perusahaan. Komponen biaya ini biasanya dimonitor dalam berbagai pelaporan dan budgeting. Karena ini memang salah kunci penting untuk penentu performa perusahaan.
Jika Anda memang lebih butuh jaminan aman (baca : kerja yg mapan) ketimbang gaji yang besar, ada baiknya anda menahan diri terlebih dahulu (terima saja) dan baru saat ketemu timing yang tepat ajukan permohonan Anda untuk naik gaji misalnya saat review tahunan.
2. Selamanya tidak ada karyawan bisa kaya karena gaji
Sebuah opini yang mungkin bisa terbantahkan bilamana anda bisa menyikapi dan menyiasati dengan beberapa langkah tepat. Suatu misal setelah sekian lama bekerja tentu pendapatan anda konsisten dan kebutuhan anda cenderung progresif. Bagi karyawan baru hal ini mungkin belum terpikirkan namun bila sejak dini sudah dipertimbangkan tentunya akan memudahkan langkah ke depan. Temukan solusi seperti misalnya dengan side job yang sepintas tidak terlalu menguras energi anda namun memberi peluang penghasilan tambahan. Terus gali dan eksplorasi pemahaman anda tentang sumber penghasilan lain meski tetap di jalur main job. Ada manfaatnya juga biila kita mampu menjaga harmonisasi antara main job dan side job, jadi diverifikasi penghasilan bisa terealisasikan.
3. Tentukan obyektivitas bukan tentang apa namun siapa
Statemen dan fakta ini mempunyai relevansi saat anda baru pertama kalinya bekerja dan mengenal dunia kerja pada umumnya. Bukanlah tentang pemahaman apa yang Anda tahu, melainkan siapa saja yang Anda kenal dan lantas siapa saja yg kenal dengan Anda. Ketika Anda sudah bisa meningkatkan performa dalam hal kualitas, kuantitas dari aspek pekerjaan, maka Anda harus membuat orang yg tepat mengetahui tentang hal itu. Tentunya orang-orang yang punya kuasa untuk mempromosikan Anda dan mempunyai kapasitas diperhatikan sebagai pimpinan.
4. Cermati dengan siapa anda berasosiasi
Dalam arti, temukan dan pastikan rekan kerja anda adalah orang dan pribadi dengan kapasitas yang cakap dalam pekerjaan dan berkepribadian positif. Dalam suatu lingkungan kerja tentunya banyak terdiri dari berbagai latar belakang inisiatif dan sifat, nah disini anda sebagai orang baru perlu mencermati hal tersebut dan dituntut untuk mampu menempatkan diri. Sepertinya konteks right man on the right place perlu dikedepankan dan bilamana terjadi suatu kasus atau permasalahan yang melibatkan teamwork, Anda akan ikut kena getah tanpa perlu menjadi sumber getah. Bukan dalam artian lari dan lepas dari tanggungjawab namun setidaknya ada upaya dini untuk selektif dan proaktif dalam menyikapi tiap hal dan siapa obyeknya.

5.2.10

Sekali lagi postingan tentang karyawan, maaf bila mungkin pembaca merasa jenuh dengan bahasan ini namun dunia kerja memang tidak bisa lepas dari peranan si pelaku langsung suatu pekerjaan ini. Seorang pengusaha sukses tidak akan disebut orang sebagai seorang yang sukses tanpa dukungan sumber daya yang bernama karyawan. Kita sepakat bahwa dimanapun tempatnya sebenarnya tidak ada istilah karyawan sukses. Seringkali kita mendengar dan melihat fenomena pengusaha sukses namun sangat langka sepertinya ada istilah yang menyebutkan seorang karyawan sukses. Saya sendiri pun bingung mendefinisikan hal tersebut dengan dasar apa penilaian atas karyawan sukses. Namun demikian ada baiknya bila anda perhatikan dan simak beberapa karakteristik berikut yang mungkin bisa dijadikan tolok ukur sebenarnya untuk upaya introspeksi diri. Berikut liputannya.
Karakteristik pertama
Jika anda bekerja maka perusahaan merasa diuntungkan dan bila anda tidak ada perusahaan merasa kehilangan, bahkan bisa merugi.
Ciri-ciri karyawan tipe ini:
* Selalu punya insiatif tindakan untuk mendukung bidang pekerjaannya bahkan berpikir pengaruhnya terhadap divisi yang lain dalam perusahaan tyersebut.
* Selalu berpikir global dan melaksanakan sesuai dengan kewenangannya (Think Globally act locally).
* Selalu belajar dan meningkatkan kualitas diri untuk mendukung kinerja.
* Memberikan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru dan segar bagi kemajuan perusahaan.
jika anda tipe karyawan seperti ini, anda akan sukses di bidang pekerjaan anda. jika anda tidak cocok dengan bidang pekerjaan yang digeluti sekarang ini, segera diterima ditempat lain anda tetap akan sukses dibidang pekerjaan yang lain.


Karakteristik kedua
jika anda bekerja maka perusahaan senang dan diuntungkan; namun bila anda tidak ada maka perusahaan biasa saja dan tidak dirugikan sama sekali.
Ciri-ciri tipe ini:
* Karyawan tipe ini bekerja dengan baik dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan tepat waktu.
* Bersedia untuk melakukan pekerjaan yang lain apabila diperintah oleh atasannya.
Jika anda pada tipe ini, anda akan aman di perusahaan tempat anda bekerja. Bahkan jika ada kesempatan anda mungkin akan dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi.


Karakteristik ketiga
Jika anda bekerja perusahaan sepertinya biasa saja dan jika anda tidak adapun perusahaan seakan biasa saja tidak untung tidak rugi
Ciri-ciri:
* Tipe ini adalah karyawan text book.
* Tipe ini juga tipe Yes Sir!
* Karyawan ini adalah karyawan entah karena kemampuannya atau karena mentality-nya tidak mau berubah menjadi lebih baik.
Jika anda pada tipe ini anda tidak akan mempunyai prestasi khusus. Anda juga akan sulit sekali mendapat promosi jabatan kecuali diperusahaan anda memang tidak ada orang lain lagi. Sebaiknya anda segera menggali potensi dalam diri anda.


Karakteristik keempat
Jika anda bekerja perusahaan terkesan biasa saja, tidak terlalu diuntungkan dan tidak juga merugikan namun bila anda tidak ada maka perusahaan malah akan senang dan diuntungkan
Ciri-ciri:
* Karyawan ini sering ceroboh melakukan pekerjaannya, meskipun tidak sampai mengakibatkan kerusakan fatal
* Karyawan ini juga sering lalai dalam menjalankan tugas-tugas meski tidak seluruhnya ada aja hal-hal yang terabaikan.
* Karyawan ini juga sering ijin tidak masuk karena berbagai keperluan yang tidak ada hubungan dengan pekerjaannya.
* Karyawan ini juga sering meremehkan hal-hal kecil yang bisa mengakibatkan kemunduran kinerja dia sendiri
Jika anda tipe ini, sangat disayangkan anda sama sekali tidak punya kesempatan untuk menaikkan jenjang karier apabila anda tidak cepat merubah diri.


Karakteristik keempat
Jika anda bekerja maka perusahan sepertinya dirugikan, bilamana anda tidak ada dipastikan perusahaan akan merasa senang dan diuntungkan.
Ciri-ciri:
* Karyawan akan selalu mengeluh dalam segala hal.
* Tidak ada tanggungjawab terhadap pekerjaannya
* Selalu menganggap remeh atasannya
* Selalu bermasalah dengan rekan karyawan yang laian maupun dengan atasannya.
Jika anda tipe karyawan seperti ini, sebaiknya segera instropeksi diri. Sebab gerbang kesuksesan sangat menjauh dari anda. Saat ini perusahaan tempat anda bekerja sedang bersiap-siap untuk memecat anda.


Sumber : Bpk. Eko Juli

30.12.09

Bekerja memang kewajiban untuk menyambung hidup atau mungkin untuk maksud dan tujuan yang lain. Lepas dari apapun tipe dan profesi pekerjaan kita namun visi kita sepakat bahwa bekerja adalah untuk mengharapkan satu timbal balik. Ini penting dan obyektif karena setiap hari kita dihadapkan pada kebutuhan baik dalam rentang jangka pendek ataupun jangka panjang. Namun tanpa disadari aktivitas dan rutinitas dengan motif untuk meraup pendapatan tentunya akan menyita waktu, tenaga, dan pikiran sehingga kita seolah merasa terlena dengan dunia pekerjaan itu. Entah hal tersebut anda sadari ataupun tidak namun hidup ini akan terasa indah dan menyenangkan bila segala sesuatunya kita lakukan dengan proporsional dan profesional....he...he..he (maaf bila pemilihan kalimatnya terlalu muluk2). Dalam arti dengan bekerja kita bisa berkarya dan menghasilkan feedback untuk menjalani roda kehidupan asal dijalani dengan prinsip yang semestinya. Ada kalanya seseorang bekerja hingga larut karena mereka menyenangi pekerjaan itu ataupun mungkin karena tuntutan. Nah...lantas bagaimana kita bisa mengukur seseorang dikatakan pecandu pekerjaan atau bukan?
Di posting ini saya coba menggali pengalaman pribadi saya sendiri dan juga beberapa opini rekan sejawat hingga menjadi sebuah paragraf tentang idealisme pekerjaan atau bisa saja istilah lain sesuai pemikiran anda. Dan mungkin beberapa point berikut bisa anda jadikan tolok ukur sejauh mana kadar workaholic yang ada dalam tubuh anda.
1. Anda merasakan lebih exciting saat berada di kantor dibandingkan saat bersama keluarga atau beraktivitas lainnya.
2. Anda bisa untuk selalu fresh di kantor karena anda mempunyai cukup waktu untuk re-charge meskipun dengan jadwal kerja yang cukup ketat.
3. Anda seringkali membawa pekerjaan kantor ke rumah bahkan menyempatkan diri untuk menyelesaikannya saat berlibur atau weekend.
4. Anda beranggapan bahwa pekerjaan di kantor adalah aktivitas yang menyenangkan dan di setiap terjadi perbincangan anda selalu menjadikannya sebagai topik yang hangat.
5. Anda bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu.
6. Anda merasa senang dan enjoy untuk melakukan sesuatu pekerjaan dngan orientasi money making dan hal ini bahkan mengalahkan aktivitas hobby anda sendiri.
7. Anda berani memutuskan untuk menerima full responsibility terhadap upaya dan penyelesaian tugas pekerjaan anda di kantor.
8. Pada kodnisi tertentu, keluarga atau teman anda berharap sekali agar anda menghadiri suatu acara non formal namun karena alasan kantor anda tidak bisa hadir dan kondisi ini seringkali anda lakukan.
9. Anda seringkali bekerja lembur di kantor karena anda berkomitmen hanya dengan cara seperti inilah akan cepat terselesaikan dan tidak ada opsi lain untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
10. Anda selalu merasa ragu dan underestimate mengenai proyeksi butuh berapa lama pekerjaan kantor akan selesai dan bagaimana upaya untuk segera menuntaskannya.
11. Anda berkeyakinan bekerja lembur bukanlah suatu masalah dan its okay karena anda memang mencintai pekerjaan itu.
12. Anda merasa tidak respek terhadap orang lain atau teman sekantor yang memiliki prioritas selain urusan pekerjaan.
13. Anda dilanda kekhawatiran jika tidak bekerja keras dan sungguh-sungguh maka anda akan kehilangan pekerjaan atau bahhkan kegagalan.
14. Anda merasa masa depan selalu menjadi perhatian anda yang utama namun tanpa disadari segala sesuatunya sangat mendukung untuk itu dan berjalan dengan baik tanpa ada masalah berarti.
15. Anda selalu mengerjakan segala sesuatunya dengan energic dan kompetitif.
16. Anda akan merasa tersinggung bila orang lain bertanya atau meminta anda untuk berhenti sejenak dari pekerjaan atau untuk melakukan satu aktivitas lain.
17. Anda bekerja long hours (lembur) secara kontinyu tapi hal ini justru membuat keluarga atau sahabat, teman anda merasa tersakiti.
18. Anda selalu memikirkan pekerjaan di kantor bahkan saat mengendarai mobil, saat beranjak tidur atau saat berbincang dengan orang lain.
19. Anda melakukan aktivitas makan namun masih menyempatkan sambil membaca buku, atau mungkin sambil meneruskan pekerjaan kantor saat anda kerja lembur.
20. Anda berkeyakinan bahwa dengan memiliki uang yang melimpah akan mampu menyelesaikan semua permasalahan dalam kehidupan.

Bila anda menjawab ya dan terhitung ada tiga point atau lebih kemungkinan anda termasuk kategori workaholic. Namun anda tidak perlu khawatir anggap saja dengan rileks karena bukan hanya anda yang memiliki karakter seperti itu. Ada banyak sekali temuan dan solusi untuk menyelesaikan karakter workhaholic tersebut. Namun kali ini saya tidak mengulas tentang hal itu karena saya pikir ini semua kembali ke diri masing-masing. Saya yakin anda semua punya cara dan metode sendiri yang jitu untuk itu. Silakan anda analisa sendiri mungkin beberapa indikator dalam posting ini bisa membantu anda untuk lebih berintrospeksi dalam beraktivitas dan bekerja. Selamat berkarya..........

26.12.09

Sebentar lagi kita memasuki tahun 2010, bagi anda yang sudah memulai karir selama beberapa tahun sebelumnya pergantian tahun adalah hal yang biasa. Bagi saya sendiri pun begitu, rutinitas akhir tahun dijejali dengan setumpuk laporan untuk tutup buku dan pergantian tahun hanyalah tolok ukur bahwa kita semakin dituntut untuk lebih berkualitas, berintegritas, berdaya analisis. Akhir tahun dan awal tahun merupakan moment untuk kita melakukan review apa yang sudah kita lakukan selama 12 bulan dan merupakan preview langkah apa yang akan kita perbaiki 12 bulan ke depan. Ini penting bagi saya dan mungkin juga bagi anda semua kalangan karywan dan profesional di bidangnya masing-masing. Kembali ke bahasan karir dan pekerjaan sebagai dunia kita, saya akan sedikit mengulas beberapa aspek penting yang seringkali kita temui dalam pekerjaan dan di lingkup kantor. Beberapa aspek ini sifatnya sederhana, ringan dan sepele namun saya mencermati hal ini sebagai hal yang tidak bisa dianggap remeh. Meskipun bersifat sepele dan sepintas lalu namun suatu saat bisa saja mematikan karir dan pekerjaan anda. Ini yang perlu digarisbawahi dan dicermati namun aspek mematikan apa saja yang saya maksudkan diatas? Anda kalangan karyawan dan dunia kerja perlu dan wajib menyimak bahasan berikut ini.
1. Perasaan bangga
Rasa bangga yang muncul saat anda berhasil mencapai prestasi tertentu janganlah lantas membuat anda merasa super. Mengingat saat anda mencapai hal ini bisa saja atas support dan asistensi dari beberapa orang yang lain dibawah anda. Dalam suatu teamwork bila anda merasa bangga terlalu instant maka disadari atau tidak, cepat atau lambat hal ini akan meruntuhkan semangat team. Rasa bangga yang relatif over perlu ditelusuri penyebabnya, ingat anda dalam posisi teamwork dan prestasi yang terbentuk adalah karena kinerja dan kesatuan bersama. Tiap diri adalah kesatuan suatu tim dan ini penting karena akan memberikan keberhasilan dalam jangka panjang.
2. Rasa iri hati
Jangan mudah cemburu bila melihat rekan kerja berprestasi dan mendapatkan penghargaan. Jangan lantas terbersit pertanyaan seharusnya saya yang mendapat penghargaan itu, wah..ini yang bisa menyurutkan citra diri anda sendiri yang pada akhirnya karakter anda yang menjadi korbannya. Karakteristik seseorang merupakan hal esensial dalam dunia kerja dan lebih baik kita saling bekerja sama dengan semangat dan membuang kecemburuan karena penghargaan dari perusahaan.
3. Amarah
Kata orang sifat pemarah bisa mempercepat penuaan..ha..haa...Lepas dari benar atau tidaknya namun rasa marah ini tidak memberikan keuntungan apapun dalam dunia kerja kita. Sifat pmarah hanya akan meruntuhkan dan menyudutkan citra anda di mata karyawan yang lain, dan tentunya di mata atasan anda ataupun bawahan bila anda sebagai seorang pimpinan. Anda boleh saja mempertahankan argumen atau menolak suatu ide namun perlu kita pahami terlebih dahulu bagaimana menyalurkan emosi-emosi ke hal yang lebih menguntungkan bagi diri sendiri dan di mata orang lain. Sifat pemarah sama sekali tidak mendukung anda untuk mendapatkan promosi ataupun penghargaan karena prestasi. Dan yang fatal lagi seorang yang mudah marah biasanya tidak akan mampu menginspirasi orang lain atau memotiovasi orang lain.
4. Mudah merasa puas
Pada sisi lain, mudah puas dan kemalasan tidak memiliki tempat di dunia kerja. Setelah berhasil mencapai satu tahap lalu berhenti dan berharap capaian itu bisa mengantarkan ke sukses berikutnya dalam perjalanan karir adalah mustahil. Lebih-lebih dalam iklim kompetitif dewasa ini, hanya mereka yang terus berproses dan menindaklanjuti pertumbuhannya, dan senantiasai memperbarui kontribusinya yang akan sukses.
5. Berpikir pendek
Adalah manusiawi bila tiap diri ingin segera menuntaskan suatu urusan dan mengharapkan lebih saat berusaha mencapai tujuan karir. Tapi bila kita mencapainya dengan cara yang kurang benar atau dengan kata lain menghalalkan segala cara tentu berimplikasi destruktif buat anda sendiri. Jalan menuju sukses menghendaki pendekatan jangka panjang dalam semua aspek pekerjaan. Fokus pada kecepatan dan capaian-capaian jangka pendek hanya baik untuk sesaat, dan ketika dihadapkan pada hal-hal di tahap berikutnya, Anda tidak siap.
6. Ketidakseimbangan
Sejumlah orang bergerak naik terlalu cepat dalam jenjang jabatan perusahaan tapi kemudian berakhir dengan kegagalan. Segala yang berlebihan dan tidak wajar tidaklah bagus --khususnya jika Anda tidak siap dengan tantangannya. Penting untuk memastikan bahwa Anda tidak hanya siap secara profesional untuk mengambil tantangan yang lebih besar, tapi juga kehidupan personal juga mesti disiapkan untuk tuntutan-tuntutan baru tersebut. Mencapai sukses karir sebaiknya tidak mengesampingkan keseimbangan hidup, dan hasrat profesional yang "salah tempat" bisa menciptakan masalah di kemudian hari.

22.12.09


Bila kita berbicara tentang karyawan sudah barang tentu menyangkut juga dengan hal dimana dia bekerja. Terlepas dari status karyawan swasta atau negeri, harian atau borongan pastinya seorang karyawan bekerja di suatu tempat yang bukan miliknya. Membingungkan? mudah-mudahan ya...Bukan miliknya karena memang milik seseorang yang selanjutnya disebut pengusaha yang juga bisa berkapasitas sebagai pemilik tempat bekerja. Nah...muncul pertanyaan siapa yang lebih kaya? Pengusaha atau karyawan...Silakan disimpan jawabannya buat anda sendiri. Saya pribadi berusaha obyektif dan tentu pengusaha lebih bermateri dibanding karyawannya. Dalam situasi tersebut lantas terbersit pertanyaan mana yang lebih menguntungkan menjadi karyawan atau seorang pengusaha? Memang banyak faktor yang mendorong seseorang untuk menjadi seorang karyawan atau pengusaha. Faktor sederhana yang mendorongnya adalah tentu dari adanya niat dan keinginan. Tinggal memilah dan memilih saja, kita ingin menjadi karyawan atau bulat menjadi pengusaha ditunjang dengan ketersediaan modal yang mendukung. Bob Sadino pernah mengatakan, pada umumnya semua orang memiliki potensi untuk menjadi pengusaha atau seorang wiraswasta. Namun karena kondisi tertentu orang-orang tersebut tidak bisa atau belum bisa merealisasikannya karena keterbatasan modal ataupun tidak adanya keinginan serta minat ke arah sana. Di jaman seperti sekarang dimana segala sesuatu berkembang cepat dan pesat, saya pikir kita dituntut untuk kreatif dan inovatif namun tentunya bukan hanya itu saja. Ada kalanya bila ditunjang dengan aspek lainnya tentu akan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan. Nah..sekarang tinggal menggali nilai apa yang ada dalam diri kita. Umumnya tiap orang pasti ingin mendapatkan penghasilan sendiri, tentunya dengan berusaha. Suatu misal dengan berwiraswasta atau mungkin bisa saja meneruskan bisnis keluarga yang telah berjalan sebelumnya. Namun dibalik ini semua, satu hal yang terpenting adalah kita bisa dan mampu merepresentasikan ide, gagasan, pemikiran kreatif apa yang hendak dituangkan dalam konsep berwiraswasta. Di posting kali ini saya mencoba menggali dan menuangkan ide dan gagasan dari mana kita bisa memulai menjadi calon pengusaha.
1. Ide dan inovasi dari diri sendiri
Nah ini yang sepertinya lebih tepat dikatakan usaha sendiri karena muncul dan berawal dari pemikiran sendiri dan inisiatif berdasarkan pola ide matang. Dengan didukung beberapa support penunjang sepertinya ide brilian dari diri sendiri akan berdampak pada kebanggaan terhadap diri kita. Lepas dari nantinya survive atau tidak minimal kita punya selera dan kreasi yang lebih bebas demi menghasilkan profit yang diharapkan
2. Franchise
Sekarang ini banyak sekali bermunculan jenis franchise yang dapat kita beli dan selanjutnya kita kembangkan menjadi jenis bisnis wirausaha. Meski kita musti menyisihkan sekian persen untuk pembelian hak royalti atau sejenisnya, namun usaha jenis franchise ini bisa menjadi pilihan terutama bagi kita yang bermodal cukup dan tidak terlalu menguras kocek. Penghasilan yang diperoleh pun juga lumayan dan tergantung bagaimana manajemen yang kita terapkan.
3. Warisan keluarga turun temurun
Wah..kalo yang ini sih tidak terlalu sulit dicari dan dibahas. Bisnis paling menguntungkan dan paling enak dijalankan ya memang melanjutkan tongkat manajemen dari keluarga sendiri. Apalagi bila dalam hal manajemen sudah tertata solid dan dengan support yang sangat menunjang tentunya bisnis keluarga bisa memunculkan keluarga kapitalis baru. Banyak sekali tuh contohnya keluarganya Bakrie pun sudah kelihatan menjadi gurita bisnis di Indonesia.
Dari beberapa item tersebut tinggal kita telaah dan dikaji sepertinya kita masuk dalam kategori yang mana. Introspeksi dan menata semua persiapan demi menjadi pengusaha yang kompeten mengingat banyak sekali potensi yang dapat kita kembangkan asal kita bisa menggali kemampuan dan keberdayaan kita...okay. Selamat menjadi pengusaha atau menjadi karyawan..tinggal mana yang tepat mejadi pilihan anda. Saya yakin anda pasti mempunyai banyak ide dan gagasan lain yang mungkin bisa melengkapi posting ini. Alangkah menyenangkan sekali bila hal itu bisa anda ungkapkan dengan memberi komentar demi memperkaya wacana kita bersama tentang dunia usaha. Tentunya komentar yang konstruktif akan positif sekali bagi semua pembaca dan utamanya bagi saya sendiri..

14.12.09


Bagi kaklangan pekerja atau karyawan tentunya hari-hari mereka akan dilalui dengan aktivitas kontinyu tiap minggunya. Bekerja dan bekerja dari senin sampai dengan jumat atau bahkan sampai sabtu dan itu belum nanti termasuk lembur. Wuiiihh……full day on work. Tentunya bagi sebagian orang yang niatnya ikhlas bekerja dan memang workaholic adalah hal biasa. Saya sendiri termasuk kategori workaholic tapi agak jenuh juga saat harus lembur. Ada sebagian orang yang bilang hari senin dengan jargon I don’t like Monday atau juga mungkin freaking Monday..wah apa juga istilah itu. Saya pun heran darimana muasal istilah itu, sungguh kasihan hari senin banyak dibenci sebagian orang. Namun bila ditelisik kembali hari senin adalah hari setelah minggu dan sabtu dimana kebanyakan pekerja dan karyawan adalah hari libur. Memang budaya atau sudah tradisi saat kita libur dan kemudian beraktivitas kembali sepertinya ada keengganan untuk memulainya. Hal ini yang selalu muncul di hari senin padahal di sebagian yang lain senin menjadi hari dengan semangat baru setelah jeda untuk weekend atau recharge fisik dan mental. Lantas apa kaitannya dengan jargon I don’t like Monday kenapa bukan hari selasa, rabu atau seterusnya? Ha.ha..ha padahal senin adalah hari yang bisa dikatakan kita dalam kondisi fresh kembali dan siap tempur dengan tugas-tugas kantor. Ada baiknya bila kita hilangkan dari benak istilah tersebut, ingat bekerja adalah jihad. Tergantung kita bagaimana mensiasatinya saat kita bertemu kembali dengan hari senin dan memulai kembali rutinitas di kantor. Mungkin beberapa siasat berikut dapat anda terapkan untuk menghilangkan pengaruh faham I don’t like Monday tersebut. Apa saja itu, berikut metodenya:

1. Have a nice weekend
Isilah akhir pekan anda dengan sesuatu aktivitas yang berbeda dalam artian bisa saja kita rekreasi bersama keluarga atau pergi pelesir ke tempat yang belum pernah anda temui sebelumnya. Ini sah saja namun lakukan nuansa lain agar lebih berkesan buat anda, seperti misalnya bermain futsal di pantai, atau merayakan ultah temen atau anda di pegunungan sejuk atau bahkan bersama keluarga hiking di pedesaan yang nyaman. Tentu akan memberi kesan weekend yang indah buat anda untuk sejenak lepas dari rutinitas.
2. Lakukan hobby dengan modifikasi
Istilah apa ini? Mohon anda jangan beropini dulu lah…namanya juga masukan. Lakukan aktivitas hoby anda di akhir pekan dengan menggabungkan sesuatu yang lain. Misalnya bila anda hobby bermain music cobalah untuk memperdalam bakat anda dengan mengikuti klinik music, bila anda hobyy menulis cerita tidak ada salahnya untuk mengisi akhir pekan anda dengan bertukar pikiran dengan orang lain yang berlainan profesi. Tentunya akan lebih memberikan input bagi anda demi menunjang hobby anda. Untuk hobby yang lain silakan anda berkreasi sendiri agar sedapatnya berkesan istimewa buat anda dan tidak monoton.
3. More gain with no pain
Bahasa inggris apalagi ini…he..he…maklum masih berusaha ber-British ria agar tidak kalah dengan Mr. Tukul. Maksudnya adalah perluas pergaulan dan wawasan anda dengan berkenalan atau berteman dengan orang-orang dari kalangan lain tapi yang masih sesama manusia lho… simple dan sederhana saja luangkan waktu untuk sekedar bicara atau tukar pikiran dengan tukang becak, pedagang koran eceran, pedagang kaki lima. Saya yakin dengan bicara empat mata bersama mereka kita menjadi mengerti dan paham apa yang dia rasakan, tentunya banyak juga hikmah yang bisa kita ambil selain memperluas silaturahmi. Barangkali saja kita juga bisa menemukan ide-ide baru dan sumber gagasan yang lebih fresh. Coba saja…

Posting ini hanya sekeedar wacana untuk lebih memperluas wawasan anda atau mungkin menambah kesal anda (maaf saja..) karena bisa saja apa yang ada di posting ini sudah lumrah dan biasa dilakukan banyak orang. Paling tidak kita hanya saling mengingatkan dan memberi nuansa lain saat anda kebingungan berakhir pekan. Pesan yang bisa diambil sederhana saja, temukan dan pelajari hal-hal baru agar apa yang anda hadapi lebih variatif dan tingkatkan interest anda lebih optimal namun tetap mendukung rutinitas dan aktivitas keseharian anda.

4.12.09


Di era serba internet seperti saat ini, rasanya blog sudah jadi gaya hidup sehari-hari. Sama halnya dengan situs jejaring social lainnya seperti Facebook atau Twitter, blog dimiliki hampir semua internet savvy di luar sana. Mungkin juga termasuk Anda. Diperkirakan bahwa di Indonesia sendiri di tahun 2009 jumlah blogger akan mencapai angka 1 juta. Jumlah ini tidak mengherankan mengingat banyaknya alternatif layanan hosting dan web based tool gratis dan relatif mudah dikuasai sehingga dalam hitungan menit saja blog Anda sudah bisa diluncurkan untuk publik. Beberapa layanan gratis yang popular digunakan antara lain Blogger, Wordpress, Multiply.

Blog yang merupakan singkatan dari weblog, digandrungi oleh banyak orang karena merupakan media yang memungkinkan pemiliknya untuk menulis mengenai topik kesukaan mereka lalu dipublish ke dunia maya dengan singkat, tanpa proses panjang seperti halnya mengirim tulisan ke media cetak. Blog juga cara lain untuk berkomunikasi. Kerabat dan teman bisa mengetahui kabar terbaru pemilik blog hanya dengan membaca entry yang ditulisnya, bahkan memberikan komentar.
 
Banyak orang mengklaim bahwa blogging jadi hobi bahkan sudah jadi kebutuhan mereka. Di blog mereka bisa menuliskan pikiran mereka, menerima feedback dari pembaca bahkan menciptakan sebuah komunitas khusus untuk blog. Munculnya layanan microblogging tidak membuat aktifitas ini kehilangan penggemar, justru malah membuat blogging semakin kuat karena bisa dijadikan tool yang turut bisa mempromosikan blog seseorang.

Kebanyakan pemilik blog adalah perseorangan yang menulis topik apa saja yang menarik bagi mereka. Namun saat ini semakin banyak perusahaan mengelola blog untuk berbagai kepentingan seperti promosi dan branding bahkan riset dan pooling.

Kalau blogging sudah jadi keseharian Anda, ingatlah bahwa kegiatan yang menyenangkan, therapeutic bahkan menghasilkan ini juga memiliki resiko yang bisa membahayakan karir dan pekerjaan Anda. Jika Anda sudah lama bermain-main didunia blog, tentunya Anda ingat dengan Heather B. Armstrong yang kehilangan pekerjaannya sebagai web designer atau Ellen Simonetti yang dipecat dari sebuah maskapai penerbangan gara-gara blognya.

Beberapa tips yang bisa mencegah agar hal-hal buruk tidak timbul karena blog Anda adalah sebagai berikut :

1. Jangan mempermalukan pihak lain maupun diri sendiri dengan menuliskan hal-hal yang bisa membuat Anda menyesal nantinya. Walaupun intensi Anda adalah mencurahkan isi hati, etika tetap wajib dijaga. Internet adalah dunia yang sangat luas dan semakin gampang diakses. Bukan tidak mungkin boss atau rekan kerja Anda bisa menemukan blog dan membaca hal memalukan tersebut. Jika Anda ingin kebebasan penuh dalam menulis, Anda bisa mencoba fitur protected entry yang ada di Wordpress atau fitur yang memungkinkan Anda untuk memilah pembaca seperti yang ada di Multiply dan Blogspot atau bahkan memberlakukan total proteksi terhadap blog.
2. Jangan 'ngeblog' di kantor. Dengan mudah browsing history Anda bisa diketahui pihak manajemen. Hal ini bisa menuntun mereka ke online journal Anda yg bukan tidak mungkin pernah berisi keluh kesah Anda tentang kantor. Seperti pengalaman Anda saat sang boss mencuri ide Anda atau saat Anda kesal karena ditegur atas kesalahan yang tidak Anda lakukan.
3. Jangan pamerkan identitas Anda seluruhnya. Gunakan nama lain atau inisial. Hati-hatilah dengan foto Anda, orang lain atau property kantor yang dipajang diblog. Selain berkaitan dengan copy right, Anda tidak akan tahu jika ada yang memanfaatkan foto-foto tersebut untuk kepentingan pribadi orang lain.
4. Hindari untuk dengan gamblang mencantumkan identitas professional Anda seperti jabatan atau posisi, nama perusahaan dan alamat tempat Anda bekerja, bahkan jenis industri pekerjaan Anda. Playing safe is better jika Anda masih ingin memiliki pekerjaan Anda.
5. Bijaksanalah dalam menulis hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Jangan membeberkan rahasia perusahaan, nama klien, konflik dalam perusahaan serta hal-hal lainnya yang tidak seharusnya diketahui umum, apalagi kompetitor.

Notes : dari berbagai sumber (GPHDJQT4C5T3)


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!